Thursday, October 4, 2018

Cara Instal Debian Semua Versi Di VMWare (Tutorial Lengkap)



Artikel ini membahas Tutorial Cara menginstal Debian Linux untuk semua versi pada emulator atau Virtual VMWare Workstation (terserah versi berapa). Tutorial ini sangat cocok untuk pemula maupun yang sudah biasa karena disertakan gambar dari setiap langkah-langkah mulai dari awal sampai akhir dengan lengkap dan juga dijelaskan dengan bahasa yang muda dipahami terutama bagi pemula. Menginstal debian linux di VMWare dengan di Virtual Box Tidak jauh beda, hanya saja banyak yang mengakui bahwa menginstal di VMWare lebih mudah terutama dalam menginstal Debian linux semua versi. Untuk hasilnya dan aplikasinya nntik sama saja.

Baik, kita langsung ke point pembahasan yaitu cara atau tutorial menginstal Debian di VMWare.

Hal yang perlu anda perhatikan adalah bahwa aplikasi VMWare Workstation sudah terinstal pada pc atau leptop, kemudian anda sudah memiliki file ISO dari Debian tersebut, terserah Debian 5, 6, 7, atau 8. Terserah. Intinya Debian Linux. Karena pokok pembahasannya adalah menginstal debian pada VMWare. 


Pada gambar diatas adalah file ISO dari Debian 8, ya saya menggunakan Debian 8 disini, kalau versi debian lain, monggo silahkan. Sama saja langkahnya. Diatas ada 3 Part, biasanya yang lainnya dibedakan dengan DVD1, DVD2, DVD3 disetiap ujungnya. Ketiganya ini adalah satu paket lengkap dari debian 8. Nntik yang masih digunakan adalah part 1 dulu.

Setelah aplikasi VMWare sudah terinstal dan File ISO dari Debian sudah ada, langkah pertama dalam proses instal Debian di VMWare ini ialah dengan menjalankan aplikasi VMWare 


Kemudian anda klik “Create a New Virtual Machine” untuk membuat virtual baru dan memulai untuk membuat virtual debian. Setelah anda klik menu tersebut, maka akan tampil seperti gambar yang dibawah ini.




Anda pilih “Typical (Recommended)”, setelah itu anda klik menu Next pada bagian bawah. Sehingga akan tampil seperti gambar dibawah ini.



Anda pilih “Installer Disc Image File (iso)” seperti tanda lingkaran merah pada gambar dibawah, kemudian klik menu “Browser” yang ditandai lingkaran biru pada gambar dibawah, guna untuk memilih file ISO dari yang sudah anda sediakan terlebih dahulu tadi.



Kemudian pilih file ISO-nya (pilih yang pertama) seperti yang ditandai dengan lingkaran merah gambar dibawah ini.


Setelah anda pilih file dari ISO Debian-nya, kemudian klik tombol “Open” seperti lingkaran biru untuk memasukkan iso debian ke virtual. Setelah berhasil, maka akan terlihat seperti lingkaran merah pada gambar dibawah ini.



Kemudian langkah selanjutnya anda klik tombol “Next” seperti ditandai lingkaran biru. Sehingga akan muncul tampilan seperti dibawah ini.


Anda pilih “Linux” seperti ditandai lingkaran merah, kemudian pada bagian version anda pilih versi debian anda, biasanya hanya sampai debian 6 yang ada, sehingga alternatifnya anda pilih “Other Linux 2,6.x kernel, seperti yang ditandai lingkaran biru pada gambar diatas. Kemudian klik tombol “Next”


Langkah selanjutnya, pada gambar diatas untuk pemberian nama dari virtual debian yang kita buat ini, disini saya beri nama “debian 8 anakit”. Terserah anda untuk memberikan namanya, seteah selesai anda klik tombol next



Kemudian seperti gambar diatas, anda pilih “store virtual disk...” seperti lingkaran biru, untuk maximum disk sizenya biarkan saja default yaitu 8 GB. Setelah itu klik tombol “Next” sehingga akan muncul tampilan seperti gambar dibawah ini.


Pada gambar diatas anda klik tombol “Finish”. Dan tunggu prosess beberapa saat sehingga muncul seperti gambar dibawah ini. Jika tidak muncul, anda klik Run yang Segitiga berwana Hijau pada Kiri atas.


Pada lingkaran biru digambar atas adalah nama dari virtual yang diberikan tadi, tujuannya supaya anda bisa mengenal setiap dari veritual yang anda buat. 

Baik untuk selanjutnya ialah melakukan penginstalan Debian-nya, disini tidak menggunakan Kursor lagi seperti langkah-langkah sebelumnya, hanya dengan menggunakan tanda panah kanan, kiri,atas,bawah untuk menggeser kursornya. Dan perlu anda perhatikan bahwa ketika melakukan aktivitas didalam penginstalan, kursor atau panah mouse tidak akan terlihat. Jika anda ingin menampilkan kembali kursornya, dengan menekan “Ctrl+Alt” pada keyboard (pahami). 

Setelah anda paham untuk yang diatas, kita lanjutkan lagi dengan klik lingkaran merah pada seperti gambar diatas tadi, yaitu “Instal” (ingat gunakan arah panah pada keyboard untuk pindah menu), pada menu “Instal” tekan “Enter”.



Kemudian pilih bahasa indonesia agar lebih muda, selanjutnya tekan lagi enter. Maka akan tampil pilihan lokasi atau negara seperti gambar dibawah ini.


Pilih Indonesia lagi, setelah itu tekan enter. Sehingga akan tampil pilihan bahasa keyboard anda. Disini pastinya harus memilih Inggris Amerika seperti ditandai pada lingkaran merah gambar dibawah.

Setelah itu langkah selanjutnya tekan enter, dan akan muncul tampilan seperti gambar dibawah ini. Anda diminta untuk memasukkan host. Namun terkadang jika sebelum gambar dibawah ini anda muncul peringatan gagal membuat jaringan DHCP (anda pilih tulisan yang ada kata “Jangan”)


Baik kembali lagi, anda masukkan host (terserah anda). Kemudian arahkan pada menu “lanjutkan”, tekan enter.

Sebagai saran anda buat satu notepad dan anda ketik pada notepad untuk setiap informasi seperti host diatas dan akan ada informasi selanjutnya yang harus anda ingat sperti tampilan seterusnya dibawah ini.

Untuk tampilan diatas yaitu memasukkan nama domain, disini terserah anda saja mau apa aja boleh.  Kemudian “lanjutkan”


Sebagai saran untuk pemula, selanjutnya akan ada diminta kata sandi, nama pnegguna baru, dll. Sebaiknya nama “host” dan untuk lainnya samakan saja biar anda tidak lupa. Semisal nama host : anakit, nah untuk domain, kata sandi, nama pengguna baru, dan lainnya sama ratakan yaitu “anakit” (terserah anda) biar jangan lupa waktu login nantinya. Sip ya...

Selanjutnya akan tampil seperti gambar dibawah ini, anda diminta untuk memasukkan kata sandi root, samakan saja dengan nama host


Kemudian pilih menu “lanjutnkan” dan akan muncul lagi tampilan untuk memasukkan ulang lagi kata sandi root seperti diatas.


Setelah anda masukkan, “lanjutkan”.


Dan masukkan nama lengkkap dari pengguna baru, samakan saja dengan nama host biar mudah didingat. Kemudian pilih lanjutkan


Kemudian masukkan nama untuk akun anda, disini juga samakan saja dengan nama host biar ga ribet. Kemudian pilih “lanjutkan”


Selanjutnya masukkan kata sandi untuk pengguna baru, samakan lagi dengan nama host biar gampang diingat. Kemudian “lanjutkan”


Anda diminta memasukkan ulang kata sandi diatas untuk verifikasi, setelah itu pilih menu “lanjutkan”.


Langkah selanjutnya pilih Zona Waktu Anda, kebetulan saya berada pada Zona waktu WIB, silahkan pilih, kemudian tekan enter.


Maka akan tampil untuk metode pemartisian, pilih bagian atas yaitu “Terpandu – gunakan seluruh hardisk” (yang 8 GB tadi). Kemudian tekan enter.



Akan muncul tampilan seperti gambar diatas, biasanya hanya ada satu pilihan seperti gambar dibawah ini, tekan enter untuk melanjutkan.


Kemudian akan tampil seperti gambar dibawah ini, pilih bagian paling atas yaitu “ Semua berkas di satu partisi (disarankan untuk pemula)”. Kemudian tekan enter.


Pada tampilan seperti gambar dibawah, pilih “selesai mempartisi dan tuliskan perubahannya ker hardisk”, kemudian tekan enter


Langkah selanjutnya akan ada pertanyaan “tuliskan perubahan yang terjadi pada hardsik”, pilih “ya” dan tekan enter.


Tunggu beberapa saat sampai proses seperti gambar dibawah ini selesai.


Kemudian pada pilihan pindai CD atau DVD lainnya? Pilih “Tidak” tekan enter.


Selanjutnya pada pilihan “gunakan suatu jaringan cermin?”, pilih “Tidak” kemudian tekan enter.


Selanjutnya pada pertanyaan “Berpartisipasi dalam Survey penggunaan paket debian?”, Pilih “Tidak” dan tekan Enter.


Pada langkah selanjutnya adalah memilih perangkat lunak yang ingin diinstal : yang dipilih ditandai dengna tanda “*”, anda pilih sesuai kebutuhan anda, jika saya disini hanya versi text saja yang saya instalkan, jika dan ingin kesemuanya diinstal yang monggo, silahkan.


Oia, untuk menghilangkan “*”, pilih bagian mana yang akan dihilangkan, dan tekan spasi (space) pada keyboard.


Setelah anda selesai memilih perangkat lunaknya, kemudian pilih lanjutkan. Dan tunggu proses seperti gambar dibawah ini selesai.



Kemudian akan tampil seperti gambar dibawah ini, pilih “Ya” dan tekan enter.



Jika muncul tampilan seperti gambar dibawah ini, anda pilih saja tepat dibawah “masukkan perangkat secara manual”, seperti yang ditandai warna merah gambar dibawah.


Kemudian pilih “lanjutkan” ketika muncul tampilan seperti gambar dibawah ini.


Setelah itu akan ada proses beberapa saat untuk menyelesaikan proses instalasi Debian pada virtual VMWare. Dan setelah selesai akan muncul tampilan untuk Login seperti gambar dibawah ini.


Silahkan anda login susai dengan perintah saya untuk menyamakan semua dengan nama host, ketika ana memasukkan pada bagian password, tidak akan kelihatan apa yang anda ketik (prosedur keaman), namun tetap terketik walau tak terlihat.

Dan akhirnya selesai juga tutorial cara menginstal Debian pada VMWare, dan anda bisa menggunakannya seperti halnnya debian dengan Boot dengan Laptop atau PC.

Sampai disini yang bisa saya bagikan tentang tutorial menginstal debian di VMWare, semoga tutorial ini bermanfaat. Terima kasih, salam dari anakit.


EmoticonEmoticon