Thursday, April 26, 2018

Pernyataan Switch-case, Lengkap Dengan Contoh Program Cplusnya

Pernyataan Switch, Lengkap Dengan Contohnya

Pada kesempatan kali ini saya akan mecoba membagikan pembahasan mengenai Percabangan menggunakan Switch-case pada C++. Dan saya juga menyematkan contoh program switch-case dalam artikel ini agar pembaca langsung bisa untuk memahami maksud dari penyampaian saya nantinya.

Tapi sebelumnya, apa itu pernyataan Switch Case?

Didalam C++ sangat lumrah atau biasa kita menggunakan sebuah percabangan seperti IF, IF merupakan percabangan bukan? Nah Switch-Case juga merupakan sebuah percabangan yang bisa menyematkan beberapa pilihan didalamnya atau beberapa case didalamnya. 

Pernyataan Switch-case merupakan pernyataan yang digunakan untuk mejalankan salah satu pernyataan dari beberapa kemungkinan pernyataan, namun penggunaan Switch Case tidak seluas atau sekomplek IF, karena perintah ini hanya digunakan untuk memeriksa data yang bertipe integer atau karakter.

Struktur Daripada Switch-case
Berikut ini merupakan bentuk umum pernyataan Switch-case:

Switch(Ekspresi){
Case nilai_konstanta_1:
Statement _atau_perintah_untuk_case_pertama;
Break;
Case nilai_konstanta_2:
Statement _atau_perintah_untuk_case_kedua;
Break;
Case nilai_konstanta_3:
Statement _atau_perintah_untuk_case_ketiga;
Break;
.....
Case nilai_konstanta_n:
Statement _atau_perintah_untuk_case_ke-n;
Break;
Default:
Statament_sebagai_alternaitf;
}

Nilai konstanta harus berisi bilangan ordinal, ordinal berati bilangan bulat (tidak berkoma atau pecahan) dan juga bisa berisi karakter. Dan pada bagian “ degault: ” ini berisi statement atau juga bisa perintah yang fungsinya adalah sebagai alternatif jika tidak ada satupun dari beberapa case diatasnya yang sesuai dengan konstanta yang diinginkan, maka secara langsung default akan dijalankan. Statment break pada swtich berfungsi untuk keluar dari switch. 

Didalam C++, jumlah statement case dalam satu Switch diijinkan lebih dari cukup, yaitu kurang lebih 16300-an buah statement dalam sebuah atau satu Switch. Namun perlu untuk diingat sebaiknya kita membatasi jumlah dari pada statement case tersebut dengan tujuan untuk efisiensi program nantinya.

Contoh Program dengan Switch-Case
Berikut ini dalah sebuah contoh program Sederhan sebagai implementasi dari konsep percabangan yang menggunakan Switch-case.


Contoh Gambar dengan Strutur pernyataan Switch-case

#include <iostream>
#include <conio.h>
using namespace std;
int main ()
{
 {system("cls");}
 int kode_hari;
 cout<<"Daftar Kode Hari"<<endl;
 cout<<"1=Senin  2=Selasa   3=Rabu   4=kamis"<<endl;
  cout<<"5=Jumat  6=Sabtu   7=Minggu "<<endl;
 cout<<"kode hari [1...7] :";cin>>kode_hari;
 switch(kode_hari){
  case 1:
   cout<<"SENIN"<<endl;
   break;
  case 2:
   cout<<"SELASA"<<endl;
   break;
  case 3:
   cout<<"RABU"<<endl;
   break;
  case 4:
   cout<<"KAMIS"<<endl;
   break;
  case 5:
   cout<<"JUMAT"<<endl;
   break;
  case 6:
   cout<<"SABTU"<<endl;
   break;
  case 7:
   cout<<"MINGGU"<<endl;
   break;
  default:
   cout<<"Sorry... Kode hari salah!!"<<endl;
   break;
 
 }
}

Pada program diatas, jika yang diinputkan adalah antara angka 1 sampai 7, maka akan mengeksekusi statment sesuai dengan angka yang diinput, namun jika yang diinputkan tidak ada antara 1-7, maka program akan mengeksekuis statement default.

Program diatas supprot pada Dev-C++, dan jika anda menggunakan Turbo c++ anda rubah <iostream> menjadi <iostream.h>, “Int main ()” menjadi “void main()”, lalu “Using namespace std;” dihilangkan dan “{system("cls");}” mejadi clrscr();

Mungkin itulah pembahasan yang bisa saya bagikan, semoga artikel ini bisa bermanfaat bagi pembaca. Terima kasih.


EmoticonEmoticon